IBK Nitro Bersama Beberapa PTS di Makassar Teken MOU Dengan Perbanas Institut

Para Rektor PTS berkumpul di Kampus AMKOP Business School diantaranya Rektor IBK Nitro, Rektor Universitas Fajar, Rektor ITB Nobel ,Rektor Universitas Teknologi AKBA, Wakil Rektor Universitas Megarezky, Ketua STIE Makassar.

Hadir pula Direktur Utama PT.Pelindo Jasa Maritim (Pelindo IV) Prasetyadi dan Tim MBKM LL Dikti IX Dr.Misbahuddin, panel discussion mengangkat thema Kolaborasi dan transformasi teknologi dalam implementasi MBKM , kegiatan yang dihadiri pula oleh Pembina Yayasan Bata Ilyas, Guru Besar, Pimpinan, Dosen dan Mahasiswa AMKOP.

Setelah Panel Discussion,di lanjutkan dengan MOU antara Perbanas Institut dengan IBK Nitro, Universitas Fajar, ITB Nobel, Universitas Teknologi AKBA , Universitas Megarezky, STIE MM dan AMKOP Sebagai tuan Rumah.


“Dr.Bahtiar Maddatuang selalu Ketua STIE AMKOP mengatakan bahwa MOU dengan Perbanas Institit dan beberapa Pimpinan PTS di Makassar sebagai rangkaian dengan Panel Discussion akhir tahun, Insya Allah kolaborasi ini bermamfaat untuk pengembangan Tridharma PT dan Implementasi MBKM”

IBK Nitro Bekerjasama dengan Wimnus Untuk Terus Mendorong Kelahiran Pengusaha Muda

Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro bersama Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) menyelenggarakan seminar nasional entrepreneur 2022 Indonesia Recovery “Menyambut Musim Semi Pasca Pandemi” di Hotel And Covention Unhas pada hari Minggu, 25 Desember 2022.

Hadir sebagai pembicara Rektor IBK Nitro Dr. Moh. Hatta Alwi Hamu, SE.,M. Si dan Coach, Trainer, Motivator, dan Entrepreneur Syafi’i Efendi., M. M dan pada kesempatan tersebut juga hadir Kaprodi kewirausahaan IBK Nitro Dr. Verawaty,SE.,M.M

Moh. Hatta menuturkan saat ini Indonesia butuh pengusaha mudah olehnya itu IBK Nitro Makassar bersama Wimnus berupaya menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Jumlah pengusaha kita di tanah air masih kalah dengan negara luar, hal ini perlu kita dorong pengusaha lahir dari sekarang dan kegiatan ini menjadi momentum bagi kaum mudah,” Ungkap Moh. Hatta.

Ia mengatakan semangat entrepreneur didorong dari awal adalah hal yang bagus sehingga kedepannya akan lahir entrepreneur-entreprenur baru.

“Berbagai latar pendidikan hadir dalam kegiatan ini, tidak hanya mahasiswa tapi siswa sederajat bahkan masyarakat umum, artinya pengusaha mudah kami dorong,” Ujar Moh. Hatta.

Moh. Hatta, kehadiran Syafi’i Efendi suatu hal tepat berharga bagi seluruh peserta yang hadir karena Coach, Trainer, Motivator, dan Entrepreneur.

“Di dunia pembicara Syafi’i Efendi dikenal sebagai Trainer dan Motivator Termuda nomor satu di Indonesia. Beliau juga mengambil beberapa sertifikasi internasional seperti : Certified Professional Coach dan Certified Executive Coach, Lean Practitioner, Grounded Business Coaching dan masih banyak lagi,” ujar Moh. Hatta.

Sementara Syafi’i Efendi mengatakan mental kemandirian yang terus beliau tekankan kepada seluruh peserta seminarnya se-Indonesia memang benar-benar membuka mindset pemuda saat ini. Betapa tidak, karena beliau telah membuktikan bahwa usia muda harus di Optimalkan dengan sebaik-baiknya.

“Pemuda adalah Agent Of Change, sehingga harus memiliki Mental Kemendirian dan itu dimulai dari usia muda sehingga memberikan konstribusi yang baik untuk masa depannya,” tandas Syafi’i.

Video Dokumenter : Kosabangsa IBK Nitro – Wisata Religi Pulau Salemo

IBK Nitro melalui Program Kolaborasi Membangun Bangsa (KOSABANGSA) mengembalikan citra Pulau Salemo sebagai Pulau Religi, pulau lahirnya para Ulama di Sulawesi Selatan. Memberdayakan masyarakat dengan mengolah hasil laut yang berlimpah untuk menopang ekonomi pulau.

Tim Peneliti IBK Nitro Menyampaikan Hasil Kajian Augmented Reality Sebagai Media Promosi Lorong Wisata Kota Makassar

Makassar, 01/12/22. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Makassar Menggelar Seminar Rancangan Akhir Kajian Sarana Promosi Lorong Wisata “Lorongverse” Kota Makassar  di Ball Room Macora Hotel Rinra Makassar.

Tim peneliti IBK Nitro Terdiri dari 4 menyampaikan hasil riset/kajian penggunaan Augmented Reality pada Lorong Wisata Kota Makassar dengan luaran berupa prototype serta Rekomendasi terkait kebijakan yang harus diambil Pemerintah Kota Makassar sebelum menerapkan teknologi tersebut.

Adapun peserta kegiatan ini adalah jajaran SKPD Kota Makassar, Kelurahan/Kecamata, Serta Pengelola Lorong Wisata.

Peningkatan Jejaring Perluasan Kesempatan Kerja

Dalam menyamakan persepsi terkait informasi Tenaga Kerja guna mensukseskan program perluasan kesempatan kerja kementerian ketenagakerjaan .Balai Perluasan Kesempatan kerja kementerian mandiri Program Tenaga Kerja mandiri menjadi salah satu program unggulan Kementerian Tenaga Kerja Kendari mengundang Ibu Rosnaini Daga Direktur Pascasarjana IBK Nitro menjadi Narasumber dengan Tema “Meningkatkan Motivasi dan Etos Kerja dalam kelompok Kerja Kewirausahaan”, Kegitan Di laksanakan Di Gammara Hotel Jl.Metro Tanjung Bunga Makassar.


Pelatihan yang dilaksanakan dari tgl 30 November s/d 2 Desember 2022 yang diikuti oleh 22 kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Se Sulawesi Selatan. Output Pelatihan tersebut diharapkan peserta dapat sharing tentang tantangan dan kendala yang dialami selama menjalankan usaha. Selain itu pelatihan ini dijadikan sebagai forum untuk menjalin Mitra kerja dengan stakeholder atau pihak tertentu yang ada di daerah masing-masing, dan dapat memberikan informasi terkait Tenaga Kerja Mandiri (TKM).


Untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja formal dan informal. Program ini juga menjadi upaya untuk mewujudkan pembangunan bidang ketenagakerjaan yang kuat, inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Tenaga Kerja memiliki agenda penguatan faktor utama pembangunan ekonomi melalui peningkatan daya saing tenaga kerja, memperbaiki iklim ketenagakerjaan dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis serta memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.


Program tenaga kerja mandiri menawarkan pelatihan dan bantuan sarana usaha melalui Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP). Dalam program ini Kemnakertrans menawarkan program pelatihan dan bantuan sarana usaha yang ditujukan bagi tenaga kerja sukarela (TKS) Purna dan kelompok binaannya melalui subsidi program dan program penguatan usaha kelompok dampingan.

IBK Nitro Berkolaborasi dengan Masdaeng Terkait Meciptakan Ekosistem Bisnis Ekspor

Rencana kolaborasi program edukasi dan literasi produk ekspor UMKM dan profesional, IBK Nitro bersama Masdaeng Komunikasi Makassar, difasilitasi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr. Ashary Ansar, S.E., M.Si. didampingi Staff LPPM M. Fahrul Husni, S.E.,M.M, dihadiri Kepala Program Studi Perdagangan Internasional Dr. Ceska Kusumadewi Baharuddin, S.E.,M.M beserta Dosen Prodi Perdagangan Internasional dan Trainer Masdaeng Komunikasi Makassar Budhi Krisnanto, S.E., M.M. diadakan di Ruang Rapat LPPM Gedung IBK Nitro Lt. 2 Makassar, Sabtu (19/11/2022).

Produk UMKM memiliki potensi sangat besar menembus pasar ekspor, masih banyak pelaku bisnis belum memahami prosedur dan mekanisme supaya produk bisa diekspor ke luar negeri. Langkah yang harus ditempuh pelaku bisnis produk bisa diekspor, persiapan administrasi berupa profil perusahaan, legalitas eksportir diantaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), produk ekspor berupa kuantitas, kualitas, pengemasan, pelabelan, pendanaan dan waktu pengiriman serta operasional meliputi proses ekspor, dokumen ekspor dan pemasaran produk.

Kolaborasi menelurkan gagasan dan menyelesaikan masalah secara bersama sama merupakan kunci pemikiran kreatif mencapai hasil yang terbaik. Langkah pelaku bisnis terakomodasi dengan pelatihan praktek bisnis berdasarkan pengalaman terbaik di bidang ekspor dan pendampingan UMKM dan profesional.

Ditulis oleh :

Budhi Krisnanto

Melalui Program KOSABANGSA, IBK Nitro dan Dinas Pariwisata Kab Pangkep membentuk POKDARWIS Pulau Salemo

Tim pelaksana Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Institut Bisnis & Keuangan Nitro Kembali ke pulau salemo memberikan Edukasi kepada warga Salemo terkait Pulau Salemo menuju Wisata Religi. Kamis 10/11/2022.

Hari ini tiga FGD (Fokus Group Discusion) yang dilaksanakan, FGD terkait “terkait pengelolah Desa Wisata” diisi oleh Bapak Andi Andi Waris.SE, Kepala Bidang Pemuda Dinas Pariwisata dan Pemuda Kabupaten Pangkep

Dengan Peserta tokoh Masyarakat Pulau Salemo. Andi Waris yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya membentuk POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) memberikan pengarahan kepada para peserta tentang pentingnya dibentuk POKDARWIS di pulau Salemo. Sebagai wadah bagi masyarakat untuk mempromosikan dan mengorganisasi Pulau Salemo menuju Pulau Wisata Religi.

POKDARWIS ini nantinya akan banyak membantu Pemerintah dan akan bermitra dengan Dinas Pariwisata dalam mengangkat Pariwisata di Kabupaten Pangkep khususnya di Pulau Salemo. Kegiatan FGD (Fokus Group Discusion) dihadiri oleh toko-toko Masyarakat Pulau Salemo.

Pulau Salemo menuju Wisata Religi merupakan Program Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang ingin menjadikan pulau Salemo sebagai Wisata religi. Karena pulau Salemo memiliki nilai sejarah peradaban perkembangan islam. Serta melahirkan banyak ulama dan cendekiawan.

Olehnya, dirinya ingin mengembalikan kejayaan yang pernah ada. Dengan berdirinya pondok tahfidz di Pulau salemo nantinya akan menjadi ikon wisata religi. Akan tetapi Masyarakt perlu diberikan edukasi sebelum pulau Salemo menjadi Wisata Religi.

Sementara itu, di tempat lain dilaksanakan juga FGD (Fokus Group Discusion) tentang “ Rumah Produksi Perikanan” dan “Identifikasi Pembuatan Produk Kas Desa Salemo” yang dibawakan oleh Dr.Andi Ridwan Makkulau,.ST,.M.Si ahli Perikanan dari Politani Pangkep. Terkait dengan rumah Produksi Perikanan yang baik dan layak.

Masyarakat Pulau Salemo 95% berprofesi sebagai Nelayan. hasil laut dan budidaya pertambakan kebanyakan di peroleh dari Rajungan kepiting dan ikan laut. Hasil dari Rajungan sendiri biasanya langsung dikirim ke luar kota dan ada yang diolah langsung menjadi masakan.

Perikanan merupakan produk pangan yang sudah banyak dikonsumsi masyarakat sebagai lauk pauk, maka tak wajar di daerah pesisir banyak memanfaatkan hasil perikanan untuk diolah menjadi produk olahan. Inovasi baru yang telah muncul yaitu mengaplikasikan ikan pada produk makanan yang sudah siap santap.

Produk Khas Desa yang dapat dijadikan sebagai ole-ole adalah “abon kepiting”, “Abon Ikan”, “Sate Tude”. Abon yang selama ini hanya dijadikan bahan lauk pauk dan tambahan kini dan diproduksi terbatas, diharapkan nantinya dapat diproduksi dengan skala besar dan dapat masuk ke Pasar-pasar Modern.

Kegiatan FGD (Fokus Group Discusion) dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua PKK dan 20 orang anggota PKK. Pengenalan lingkungan perikanan merupakan cara untuk masyarakat lebih bangga akan hasil perikanan yang dapat membantu memenuhi gizi maupun ekonomi masyarakat sekitar. FGD tentang produk khas Desa dapat menyita perhatian dan membuat peserta antusias dalam acara tersebut, sehingga mereka termotivasi dan berharap dapat mengaplikasikan sendiri

IBK Nitro Undang Dinas Pariwisata Pangkep Mengedukasi Warga Pulau Salemo Terkait Kebijakan Desa Wisata Religi

Tim pelaksana Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Institut Bisnis & Keuangan Nitro kembali ke pulau Salemo memberikan Edukasi kepada warga Salemo terkait Pulau Salemo menuju Wisata Religi.

Hari ini ada dua FGD (Fokus Group Discusion) yang dilaksanakan, FGD terkait “Analisis Kebijakan Desa Wisata berbasis Kearifan Lokal” diisi oleh ibu Putri Al Wahdaniah Wahyuni,.S.Tr.Par dari Dinas Pariwista Pemda Pangkep.

Dengan Peserta tokoh Masyarakat Pulau Salemo. Ibu Putri banyak membahas tentang kebijakan Pemerintah jika pulau Salemo menjadi Wisata religi.

Termasuk Standar menjadi Desa Wisata. Warga Salemo harus siap jika Pulau Salemo menjadi tempat Wisata Religi. Salah satu kesiapan warga adalah dengan kemampuannya berkomunikasi.

Agar skill komunikasi warga menjadi lebih baik, maka dilaksanakan juga FGD (Fokus Group Discusion) Teknik Komunikasi Terhadap pengunjung atau wisatawan. FGD ini dipandu oleh bapak Aminuddin Hamdad.

Pesertanya dari ibu-ibu PKK Pulau Salemo. Ibu-ibu PKK ini nantinya yang banyak berkomunikasi dengan pengunjung karena ibu-ibu PKK sebagai Pelaku UMKM yang menjual produk khas Pulau Salemo.

Pulau Salemo menuju Wisata Religi merupakan Program Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang ingin menjadikan pulau Salemo sebagai Wisata religi.

Karena pulau Salemo memiliki nilai sejarah peradaban perkembangan islam. Serta melahirkan banyak ulama dan cendekiawan. Olehnya, dirinya ingin mengembalikan kejayaan yang pernah ada.

Dengan berdirinya pondok tahfidz di Pulau Salemo nantinya akan menjadi ikon wisata religi. Akan tetapi Masyarakt perlu diberikan edukasi sebelum pulau Salemo menjadi Wisata Religi.

Pulau Salemo merupakan pusat pemerintahan Desa Mattiro Bombang yang memiliki empat pulau yakni Pulau Sakuala, Pulau Sagara, Pulau Sabangko dan Pulau Salemo.

Pulau Salemo sendiri yang berstatus sebagai pulau ulama atau pulau religius memiliki dua bangunan Sekolah Dasar, 1 buah Sekolah Menengah Pertama dan 1 buah Sekolah Menengah Atas, serta 1 bangunan Masjid yaitu Masjid Nurul Ulama, yang berarti Cahaya Ulama. Itulah sebabnya Pulau Salemo kerap disebut “Pulau Para Ulama”.

Pulau Salemo merupakan tempat dikadernya sebagian ulama-ulama kharismatik dari Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa nama ulama kharismatik yang pernah menebarkan ilmunya, seperti AGH Abdurrahim (puang Walli), AGH Abdullah Betti dan AGH Ismail, yang dianggap sebagai ulama yang mula-mula membuka pengajian di Pulau Salemo.

Selain ulama tersebut di atas, terdapat pula nama ulama lainnya yang ikut mengajarkan dan mengembangkan Islam seperti AGH Abdul Azis, Puang Palili, AGH Muhammad Amin, AGH Muhammad Sanusi, AGH Muhammad, AGH Abdurrasyid, AGH Manajollo-Puang Panrita, dan AGH Minhajuddin.

Para ulama tidak mengajar dalam sebuah bangunan seperti layaknya sebuah Pondok Pesantren. Sistem pengajaran atau pengajian yang digunakan adalah pengajian salafiyah. Pondok mereka adalah rumah pribadi atau rumah warga yang diwakafkan kepada para ulama tersebut.

Pada Bulan Safar berdasarkan dengan Kalender Hijriyah ada budaya yang dilakukan oleh warga Pulau Salemo yang merupakan peninggalan dari para ulama terdahulu yang disebut dengan Cemme’ Sappareng yang berarti mandi di Bulan Safar.

Prosesi acara tersebut dilakukan dengan mandi bersama seluruh warga di pantai sekitar Pulau Salemo setiap pagi hari atau sore hari pada Hari Rabu selama Bulan Safar dengan berharap keselamatan dari Sang Khalik Allah SWT, setelah mandi bersama, maka akan dilakukan makan bersama warga di sekitar pantai tersebut, Ujar Pak Juhaeny sebagai salah satu Tokoh Masyarakat Pulau Salemo.

IBK Nitro Melaksanakan Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (Kosangsa) di Pulau Salemo Kabupaten Pangkep

Dengan mengangkat Tema “Pemberdayaan Masyarakat Pulau Salemo menuju Desa Wisata”. Sesuai dengan Program bupati Pangkep Mumahhamad Yusran Lalogau yang akan menjadikan pulau Salemo sebagai Wisata religi.

Karena Pulau Salemo memiliki nilai sejarah peradaban perkembangan Islam. Serta melahirkan banyak ulama dan cendekiawan. Olehnya, dirinya ingin mengembalikan kejayaan yang pernah ada.

Dengan berdirinya pondok tahfidz di Pulau salemo nantinya akan menjadi ikon wisata religi. Akan tetapi Masyarakt perlu diberikan edukasi sebelum pulau Salemo menjadi Wisata Religi Edukasi.

IBK Nitro mengambil bagian dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar masyarakat sudah siap jika nantinya pulau Salemo sudah menjadi Pulau Destinasa Wisata religi. Siap menyambut para wisatawan asing maupun wisatawan local yang datang berkungjung di Pulau Salemo dengan menyediakan tempat penginapan (Homestay) yang nyaman bagi wisatawan. Masyarakat mampu beromunikasi dengan baik kepada para Wisatawan.

Dengan menjadikan Pulau salemo sebagai Wisata Religi akan menumbuhkan perekonomian Masyarakat Pulau Salemo dan membangkitkan UMKM yang ada di Pulau Salemo.

Pulau Salemo adalah satu dari sekian pulau kecil yang berjejer di kepulauan Pangkep. Luas pulau yang kurang lebih hanya 10 Km2 ini sangat padat ditinggali oleh penduduk, dan mereka mayoritas muslim.

Dalam sejarah lisan, menurut orang tetua yang hidup di pulau ini, sebelum Indonesia merdeka, pulau ini menjadi pelabuhan. Ratusan perahu dagang phinisi milik para saudagar kaya yang bermukim di situ.