Webinar Inkubator Bisnis IBK Nitro Seri 1 (BIDITALKS : MERETAS BAKAT BISNIS DIGITAL BAGI WIRAUSAHA PEMULA)

Kamis, 4 Juni 2020, Inkubator Bisnis IBK Nitro bekerjasama dengan Program Studi Bisnis Digital menyelenggarakan Webinar dengan tema BIDITALKS : MERETAS BAKAT BISNSI DIGITAL BAGI WIRAUSAHA PEMULA. Narasumber pada acara ini yaitu Konsultan UKM Kementerian Koperasi dan UMKM RI – Bapak Ahyar Muawwal, S.Kom., M.Kom. dan Ketua Prodi Bisnis Digital IBK Nitro – Ibu Fadliyani Nawir, ST., M.Ds. 

Webinar ini diikuti oleh pelaku UMKM, praktisi, dosen, serta mahasiswa baik dari IBK Nitro maupun kampus lainnya. Bapak Ahyar membawakan materi tentang Digital Konten yang perlu diketahui oleh para wirausaha pemula untuk memilih strategi digital marketing paling cocok untuk usaha mereka. Sedangkan materi yang dibawakan oleh Ibu Fadliyani dalam webinar ini yaitu tentang transformasi digital dimasa New Normal, seperti kita ketahui berkat Pademi Covid 19 seluruh sektor industri dipaksa untuk melakukan kegiatan secara virtual. Oleh karena itu dibutuhkan midset Digital agar dapat survive ke depannya. 

Tahapan Krusial Dalam Pandemi

Kolom Analisis Fajar “Tahapan Krusial dalam Pandemi” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa salah satu yang viral di publik waktu terakhir ini tentang The New Normal dan PSBB. ada upaya pemerintah dalam melonggarkan kebijakan untuk menggerakkan ekonomi dalam arti terbatas atas usai PSBB. seakan-akan dikotomi antara aspek kesehatan dan aspek ekonomi. padahal sepertinya tidak demikian, karena ibaratnya dua sisi mata uang yang saling terkait secara hakikat. 

inilah yang dikenal sebagai tahap ancaman dapat menjadi peluang jika potensi dan harapan dapat diberdayakan dan dioptimalkan. sederhananya yang diperlukan masyarakat mereka perlu diarahkan dan diatur pemerintah untuk mengoptimalkan potensi dan harapan masyarakat yang terdesak melalui aturan-aturan yang jelas dapat dipercaya dan dapat memberi solusi jangka pendek.

tahapan ini krusial dan menentukan sebelum persoalan besar makin sulit dikendalikan. disnilah kerditibilitas pemerintah diuji dapat melewati skenario level ini atau tidak. 

Nasib Bank

Kolom Analisis Fajar “Nasib Bank” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa covid-19 belum mereda. volatilitas perkembangannya tidak stabil walaupun telah banyak upaya dilakukan masyarakat dan otoritas terkait.  salah satu pelaku ekonomi penting yang rawan dampak wabah adalah sektor perbankan, sehingga perlu dijaga kondisi dan perkembangannya. 

negara yang didominasi peran perbankan dikenal sebagai negara dengan sistem ekonomi kredit diantaranya indonesia. artinya sektor perbankan menjadi penentu utama dapat atau tidak efektifnya kebijakan moneter dan keuangan yang yang dilaksanakan otoritas terkait. alasannya karena hampir seluruh pelakui ekonomi dan bisnis, konsumen, pengusaha, termasuk pemerintah dan sektor luar negri bertumpu pada peran, fungsi dan tugas sektor perbankan. 

demikian juga indikator tingkat risiko perbankan (NPI Gross) terus meningkat sejak awal wabah dari 2,53% setiap bulannya meningkat sehingga mencapai 2,77% akhir maret. walau demikian masih moderat, dibawah batas syarat 5%. 

Tiga Transmisi

Kolom Analisis Fajar “Tiga Transmisi” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa berbagai percobaan klinis untuk menemukan obatnya masih berlangsung. ditengah kondisi demikian, muncul pula persoalan kehidupan: ekonomi, bisnis, dan keuangan serta belum menentunya arah perkembangan persoalan tersebut. sehingga berbagai otoritas strategis terkait terus berjibaku menghadapi dampak negatif penyebaran corona virus disease 2019 ( covid-19) 

Memulihkan Ekonomi

Kolom Analisis Fajar “Memulihkan Ekonomi” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan hampir 70% dalam status sebagai sektor informal. artinya sektor ini adalah penentu utama akan dapat cepat atau lambatnya upaya pemulihan perekonomian akibat wabah. 

hasil survey kemenko UKM baru-baru ini ditemuykan 67,1% dari UMKM yang disurvei di indonesia terdampak covid-19. masih ada 32,9% tidak atau belum terdampak. terdampak terparah sektor usaha ekspor dan kerajinan termasuk sektor pendukung usaha pariwisata. 

Kebijakan Fiskal ditengah Wabah

Kolom Analisis Fajar “Kebijakan Fiskal di Tengah Wabah” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa utamanya dari sisi permintaan (demand) dan secara tidak langsung sis penawaran (suply). target kebijakan itu terutama dianggap dapat mengatasi guncangan pada sektor riil karena sektor ini merupakan faktor penentu utama yang akan mengganggu kestabilan ekonomi dan keuangan. dalam pelaksanaannya kebijakan fiskal dirangkum dalm perppu tersebut cukup kontroversial. 

seharuysnya kebijakan ditujukan langsung menggerakkan sektor fundamental perekonomian negara. khususnya di bidang industri. karena jika tidak, maka bvanyak pabrik dan usaha tutup serta penurunan omset yang akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja. 

program-program yang dirancang dan dilaksanakan fokus untuk masyarakat miskin, bukan untuk mereka yang kehilangan pekerjaan karena kejutan ekonomi akibat covid-19 oleh karena itu kebijakan yang ada perlu diperluas. diantaranya pakar ekonomi olken dari harvard mengusulkan tiga opsi kebijakan: memperluas program kartu prakerja, memanfaatkan teknologi digital ponsel, dan menggunakan pendekatan berbasis komunitas sebagai sebagai salah satu wadah pemberian bantuan bagi kelompok kelas menengah bawah yang rentan akibat covid-19.

Optimisme ditengah Covid-19

Kolom Analisis Fajar “Optimisme di Tengah Covid-19” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa bukan saatnya lagi mendebatkan kontroversi ekonomi dan kesehatan. keduanya terkait dan seiring denganb tujuan masalah hidup, ingin sejahtera lahir dan batin. ini masalah global bukan persoalan bangsa kita sendiri. berbagai upayapun dilakukan meski belum optimal karena banyak sebab. namun prinsipnya semua pihak terus berusaha mengambil peran masing-masing.

masalahnya jika wabah ini terus berlanjut maka dampak negatifnya akan mulai menambah lapisan masyarakat lainnya. yang sementara ini mungkin masih bisa bertahan dalam tiga sampai enam bulan kedepan. jadi keadaan memang berat, tetapi itulah kenyataan yang dihadapi.

sehingga jika betul ingin keluar dari masalah ini, maka sudah seharusnya segala upaya yang dilakukan para pihak memerlukan strategi terencana, komprehensip dan integrasi agar antar para pihak dapat bergerak bersama dalam spirit solidaritas. 

Strategi Sulsel

Kolom Analisis Fajar “Strategi Sul-Sel” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa dampaknya beberapa indikator ekonomi makro dan mikro menunjukkan tren melambat secara nasional dan rata-rata wilayah indonesia. khusus di sulsel, walaupun triwulan IV-2019 masih dikenal sebagai provinsi dengan pertumbuhan kedua tertinggi di indonesia. meski dilevel lebih rendah dari target. 

tujuannya mendorong sektor bukan bank dan perbankan lebih efisien mengelola dana sehingga dapat menyalurkan kreditnya kepada para pelaku ekonomi lebih mitrah dan tidak menyusahkan. baik bagi konsumen terutama dunia usaha. dengan demikian sektor keuangan sudah diikuti membantu menghadapi pelemahan perekonomian sulsel akibat wabah covid-19

Perekonomian Dalam Lockdown

Kolom Analisis Fajar “Perekonomian Dalam Lockdown” oleh Rektor IBK Nitro, Prof. H. Marsuki, DEA, Ph.D. beliau mengatakan bahwa ada beberapa kesulitan dihadapi pemerintah baik pusat apalagi daerah sehingga memutuskan karantina mandiri. setalah proses karantina berjalan baik, tatanan kegiatan perekonomian dan keuangan kembali normal. namun tentu tidak segera selaju seperti sebelum terjadi pandemi. 

ketika karantina wilayah diterapkan, sisi permintaan dan penawaran dari aktivitas ekonomi dan keuangan akan menurun. ini dampak pada menurunnya jumlah kegiatan dan produksi,PHK, dan pengangguran meningkat, serta menurunnya pendapatan. akibatnya jumlah masyarakat miskin meningkat, sehingga jika tidak dikendalikan dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial,poliytik, dan keamanan.

akhirnya berbagai kebijakan ini tampaknya akan harus disesuaikan lagi secara signifikan jika benar nantinya kebijakan lockdown ditetapkan oleh pemerintah.