Panduan Akademik

///Panduan Akademik

Panduan Akademik

PEDOMAN ADMINISTRASI AKADEMIK

A. Kartu Rencana Studi (KRS)

Kartu Rencana Studi (KRS) adalah kartu yang berisi informasi rencana studi setiap semester. Pengisian KRS wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan pada awal tiap semester sesuai jadwal akademik.

Tata cara pengisian :

  1. Telah melakukan daftar ulang (kewajiban uang kuliah pokok)
  2. Menemui Penasehat Akademik untuk konsultasi dan minta tanda tangan konsep KRS
  3. Menyerahkan konsep KRS ke Bagian Administrasi Akadmik
  4. Mengambil jadwal kuliah di bagian administrasi akademik

B. Perubahan Rencana Kartu Studi (PKRS)

Perubahan Kartu Renacana Studi adalah aktivitas yang digunakan untuk mengadakan perubahan terhadap rencana studi yang ada dalam KRS pada suatu semester. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan perubahan renacana studinya paling lama 1 (satu) minggu setelah perkuliahan pertama dimulai.

Tata Cara pengisian :

  1. Menemui Penasehat Akademik untuk konsultasi dan minta tanda tangan konsep Perubahan KRS
  2. Menyerahkan konsep Perubahan KRS ke Bagian Administrasi Akademik
  3. Mengambil jadwal kuliah yang telah direvisi pada bagian Administrasi Akademik.

C. Daftar nilai Sementara,Transkrip dan Tanda Kelulusan

1. Daftar nilai sementara

Daftar nilai sementara adalah salinan nilai kumulatif yang diberikan oleh STIM Nitro Makassar atas permintaan dari mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya.

Tata Cara memperoleh daftar nilai sementara

  1. Mengambil dan mengisi formulir permohonan daftar nilai sementara pada Bagian Administrasi Kemahasiswaan
  2. Membayar biaya dan meminta pengesahan lunas kewajiban keuangan pada bagian Administrasi keuangan.
  3. Menyerahkan formulir ke Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan mendapatkan daftar nilai sementara


2. Ijazah/Tanda Kelulusan dan Transkip

Ijazah/Tanda Kelulusan adalah surat tanda telah menyelesaikan studi. Transkrip adalah salinan nilai kumulatif mahasiswa yang merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari ijazah/tanda kelulusan atau merupakan lampiran dari surat pindah.

Persyaratan:

Mahasiswa yang berhak mendapat ijazah/tanda kelulusan dan transkrip adalah mahasiswa yang sudah lulus tugas akhir dan telah menyerahkan berkas tugas akhir yang telah direvisi kepada ketua Jurusan

Tata cara memperoleh Ijazah/tanda kelulusan dan transkip

  1. Mengambil dan mengisi formulir permohonan mendapatkan ijazah/tanda kelulusan dan transkip pada Bagian Administrasi Kemahasiswaan
  2. Meminta pengesahan lunas kewajiban keuangan di bagian Administrasi keuangan.
  3. Meminta pengesahan telah menyerahkan tugas akhir pada jurusan
  4. Meminta pengesahan tidak mempunyai tanggungan pinjaman buku perpustakaan.
  5. Menyerahkan formulir ke Bagian Administrasi Akademik, menerima ijazah/tanda kelulusan dan transkip
  6. Menyerahkan CD Skripsi ke Bagian Administrasi Akademik.

D. Tata Tertib

1. Perkuliahan

  1. Hadir tepat pada waktunya
  2. Berpakaian seragam mulai hari Senin s.d Kamis
  3. Hari jumat dan Sabtu berpakaian Rapi (bukan T-shirt dan atau kaos oblong), bersih, bersepatu, dan tampilan sopan secara keseluruhan
  4. Mahasiswa yang namanya tidak tercantum dalam “daftar kelas tetap” diharapkan segera melapor ke Bagian Administrasi Akademik, dan dilarang menambah sendiri nama dan tanda tangan kehadiran.
  5. Selama kuliah berlangsung, tidak diperkenankan merokok, menghidupkan handphone, membuat kegaduhan, meninggalkan ruangan tanpa ijin dosen yang bersangkutan.
  6. Jika Dosen belum hadir lewat 30 menit dari waktu yang ditentukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dari dosen/petugas piket, mahasiswa boleh meninggalkan ruang kuliah.

Sanksi terhadap pelanggaran:

  1. Peringatan oleh dosen yang bersangkutan
  2. Dinyatakan tidak hadir oleh dosen yang bersangkutan
  3. Peringatan keras sampai dengan dinyatakan tidak lulus oleh pembantu ketua bidang Akademik atas usulan dosen yang bersangkutan untuk mata kuliah tersebut.

 

2. Ujian Tengah Semester dan Akhir Semester

Peserta ujian diwajibkan:

  1. Hadir tepat pada waktunya
  2. Membawa kartu ujian
  3. Berpakain seragam
  4. Menempati ruangan  yang telah ditentukan
  5. Meletakkan tas, buku catatan di tempat yang ditentukan sesuai petunjuk pengawas.
  6. Membawa peralatan ujian sendiri, misalnya ballpoint, penggaris, ti-pex, kalkulator dan lain-lain, kecuali kertas bergaris
  7. Menandatangani daftar hadir ujian rangkap 2 (dua) untuk setiap mata ujian
  8. Mengisi dengan benar dan jelas kolom yang tersedia pada lembar jawaban yang meliputi: nama mahasiswa, stambuk, mata ujian, hari dan tanggal ujian, nama dosen, dan tanda tangan.
  9. Setelah selesai mengerjakan/waktu ujian telah habis, lembar jawaban diserahkan kepada pengawas ruangan dan meninggalkan ruang ujian dengan tenang dan tertib

 

Peserta Ujian Dilarang:

  1. Datang terlambat lebih dari 15 menit setelah ujian dimulai
  2. Peserta ujian terlambat lebih dari 15 menit, wajib melapor kepada koordinator pengawas.
  3. Memakai  sandal dan slop.
  4. Meninggalkan ruang ujian tanpa ijin pengawas
  5. Melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan suasana ujian, misalnya : berteriak, mengganggu peserta ujian lain, merokok, bertanya dan berbicara dengan sesama peserta ujian dan lain-lain.
  6. Pinjam meminjam barang atau alat tulis sesama peserta ujian.
  7. Melakukan kecurangan, misalnya menyontek, mengerjakan untuk peserta lain atau bekerja sama dalam bentuk apapun.
  8. Menulis kursi/meja ujian dalam bentuk apapun.
  9. Mengaktifkan Handphone

Sanksi atas pelanggaran ujian

Ujian merupakan proses evaluasi tingkat pemahaman mahasiswa sebagai hasil proses belajar, oleh karena itu, untuk dapat mengukur secara cermat hasil proses belajar tersebut, mahasiswa harus bersikap jujur di dalam mengikuti ujian:

  1. Peringatan oleh pengawas, termasuk pemindahan tempat duduk.
  2. Dikeluarkan dari ruang ujian oleh pengawas.
  3. Digugurkan mata ujian yang bersangkutan (keputusan koordinator pengawas).
  4. Tidak diperkenankan mengikuti ujian selanjutnya pada periode ujian yang bersangkutan (SK. Pembantu Ketua bidang Akademik atas usulan koordinator pengawas)
  5. Digugurkan nilai ujian untuk seluruh mata ujian yang sudah ditempuh dan tidak diperkenankan mengikuti ujian selanjutnya pada periode ujian yang bersangkutan SK. Pembantu Ketua Bidang Akademik atas usulan Koordinator pengawas.
  6. Digugurkan nilai ujian untuk seluruh mata ujian yang ditempuh pada semester yang bersangkutan (SK. Pembantu Ketua Bidang Akademik atas usulan koordinator pengawas)
  7. Terhadap mahasiswa yang sudah pernah dikenakan tindakan butir 5 atau 6 dan masih melakukan pelanggaran pada semester-semester berikut dikenakan tindakan skorsing (SK. Ketua atas Usulan Pembantu Ketua bidang Akademik).
By | 2011-04-16T00:57:35+00:00 April 16th, 2011|Akademik|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.